Jumat, 27 September 2019

Welcome to the Real Life

Alhamdulillah, tanggal 23 Agustus yang lalu gue berhasil melalui tahap sidang komprehensif, dan unofficially jadi sarjana. Setelah sebelumnya tanggal 29 Juli, dengan segala drama seada-adanya drama melalui tahap seminar. Jujur, tahap seminar adalah tahap yang paling b.e.r.a.t menurut gue dalam proses menjadi sarjana ini. Sepuluh hari isinya nangis setiap hari, karena pas sidang komisi sama pembimbing judul gue diganti, dan ada satu kata yang menurut gue 'memberatkan' dan gue gangerti sama kata itu. Intinya, kata tersebut seharusnya menjadi bintang utama dalam skripsi gue, tapi gue ngga banyak membahas itu. Tapi, hamdallah itu semua bisa terlewati dengan mudah di hari-h. Rasanya lebih ke arah mati rasa si, udah cape degdegan, cape nangis, cuma pengen hari itu berlalu secepat mungkin. Setelah seminar hasil, gue merasa agak santai. Padahal ada tahap yang kata orang-orang lebih berat, yaitu sidang komprehensif. Jarak dari seminar hasil ke diang komprehensif emang agak lama, gue selalu ikutin apa yang disaranin dosbing gue. Bener aja, selama proses menuju sidang komprehensif gue kelewat santay, santay banget malah. H-2 sidang gue baru belajar, baru buka materi kuliah selama 4 tahun. Alhamdulillah-nya sih, gue nggak merasa degdegan atau gelisah, atau takut kaya pas seminar hasil. Gue merasa siap aja mengahadapi hari itu. Denger dari orang-orang, dosen penguji gue baik. Dan bener aja, pas sidang emang suasananya santai banget, ngga tegang sama sekali. Gue masih bisa haha hehe kalo gabisa jawab pertanyaan penguji. Dan yang lebih penting lagi, alhamdulillahnya gue LULUS hehe. 

Jujur, santainya kebablasan, sampe seminggu setelah sidang komprehensif gue belom revisi. Padahal revisinya ngga terlalu banyak, dan temen sebimbingan gue udah selesai revisian seminggu setelah itu, dan ngga lama udah dapet SKL. Hari ke-8 setelah sidang, gue baru mulai revisian. Ada beberapa kali perbaikan lagi dari dosen pembimbing dan dosen uji petik, dan tepat tanggal 10 September, Surat Keterangan Lulus a.k.a SKL gue keluar :). Then, what next? 

Selama proses ngurus SKL, gue sambil nyiapin keikutsertaan gue di sebuah simposium internasional. Gue ngirim karya ilmiah yang berasal dari skripsi gue, dan juga mempresentasikannya dalam bentuk poster. Ini pengalaman pertama sih buat gue. Awalnya pengen mundur, karena kaya apa si ini gue ngga ngerti. But since dosbing gue baik banget, membantu dan memfasilitasi gue dan temen-temen gue buat ikut kegiatan ini, why not? Selama satu minggu full kita konsinyasi, ke lab setiap hari, buat nyelesein full paper dan bikin posternya. Seru banget si, berasa kerja di start up selama seminggu itu. Setelah seminggu konsinyasi, di minggu berikutnya kita full dari Selasa-Jumat ikut simposium dan training (yang merupakan rangkaian dari kegiatan simposium juga). 

Pertama kali banget ngerasain suasana simposium internasional di hari-hari tersebut. Tahun lalu ikut di hari pertama dan nggak sampe selesai, karena ya itu tadi, ngerasa acara apa si ini hehe. Beda banget sama tahun ini, kita udah mulai ngerti istilah-istilah di simposium tersebut, karena topik skripsi kita berhubungan sama tema simposium tsb. Seneng sih, ngga nyesel 'maksain' diri buat ikut kegiatan ini. Empat hari ke Bogor tapi bukan ke Dramaga itu, rasanya happy banget hehe. Tapi, setelah 4 hari itu, mulai kepikiran, anjir setelah ini gue ngapain ya, bener-bener ngga ada alasan lagi buat ke kampus tiap hari hehe (walaupun masih ada tanggung jawab ngasprak Senin pagi).

Berasa banget bingungnya, kosongnya, hampanya, mulai ngga ada rutinitas. Mulai coba-coba apply kerjaan, alhamdulillah belum ada yang panggil buat interview. Mungkin masih dikasih kesempatan buat berusaha dulu lagi. Stress? Mungkin iya saat ini udah mulai stress. Karena gue tipe orang yang tiap hari ada kegiatan, ada kesibukan, terus tiba-tiba hampir seminggu ini ngga ada kegiatan. Dulu mikir pengen banget istirahat, mungkin ya sekarang dikasih waktu sama Allah buat istirahat sejenak. Mungkin sekarang sebenernya Allah lagi minta buat gue lebih mendekatkan diri pada-Nya. Lebih peka lagi sama sekitar, bisa nonton berita dan buka Twitter lebih lama (itu termasuk anugrah juga kan ya). Kemaren banget gue nangis, entah karena stress atau ada hal yang ngga gue suka terjadi. Campur aduk banget rasanya, pgn punya rutinitas lagi di luar rumah. Kepengen nabung buat jalan-jalan. Kepengen explore tempat-tempat seru. 

Ternyata begini ya, fase transisi kehidupan, dari mahasiswa menuju menjadi manusia yang sesungguhnya. Yang lagi berusaha untuk berdiri di kaki sendiri. Yang lagi berusaha mencari jalan hidupnya sendiri. Yang lagi mencari rejekinya. Yang lagi berusaha mencari rido-Nya. dan yang lagi berusaha mencari jodohnya (hehe). Semoga gue tetep bisa menikmati hari-hari yang mungkin nggak akan terulang lagi di hari berikutnya. Semoga dijauhkan dari kata 'nyerah' dan kepengen bunuh diri. Semoga tetep bisa bahagia dan membahagiakan orang lain.

Salam,
Rizky Hafizhah Putri, kali ini dengan gelar S.Hut (Sarjana Kehutanan)

Minggu, 01 September 2019

admiring to...

Since I don't how it starts,
I always admiring someone (a boy), that I know it wouldn't be good if I told him so
I enjoyed days on how I admired him a lot, until my feeling stops and was just usual
I always found a way how to met him, saw him, and simply being happy, and also blessed
And my typical man that I admired, sometimes in a similar style and value
Oh, how I love a man who had value in his life
What should I do when I am so deeply admiring someone,
that I didn't really know, but I want to.
How can it start? How will? and when?
I know that we are going to separate apart soon.
But, can I wish we'll meet someday?
as a person that truly loving each other
dear you, younger man.
someone that I stalked his instagram to, in my free time.
this would be like a teenager who fall in love
but I think I want to put in your name, in every pray I do.

Selasa, 06 Agustus 2019

arah langkah kita,

pasti sudah ditentukan Tuhan
setiap manusia memiliki caranya sendiri untuk setiap helaan nafasnya
setiap manusia sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk menggapai apa yang dibutuhkannya
setiap langkah manusia adalah keputusan Tuhan
ketika kita berbelok kanan atau kiri, juga sudah digariskan oleh Tuhan
setiap kedipan mata ini adalah anugerahNya
apa yang kita lakukan saat ini adalah karuniaNya
jangan lagi kau sia-siakan rezekiNya

arah langkah kita, sudah ditentukan
bagaimana kita mau berusaha untuk itu
berusaha untuk selalu bersyukur dan meminta hanya kepadaNya
bersyukur atas segala nikmat yang kita bisa rasakan
bersyukur karena dapat mensyukuri nikmatNya adalah sebuah kenikmatan

terima kasih Tuhan
ampuni dosa-dosa ku
mudahkan dan lancarkan selalu urusan kami
jauhkan lah dari kesulitan dan keresahan hati
dekatkan lah kami dengan ridho dan izinMu
bantulah kami untuk selalu bersyukur padaMu

aamiin.

Jumat, 02 Agustus 2019

when you forget about your goals

Pasti pernah berada di titik paling realistis dalam hidup, melihat dari sisi kejenuhan dan ketidaksadaran atas perbuatan yang dilakukan. Menurut gue itu yang disebut fase kritis dalam hidup. Fase kritis dalam hidup menurut gue adalah masa dimana merasa semakin realistis dalam menjalani kehidupan sampe ngga inget sama mimpi-mimpi lama dan nggapunya mimpi lagi untuk kedepannya. Life is just a one stop place. Serapih apapun kita pernah tulis impian dan mimpi kita di masa lalu, ketika kita berada di titik ini, semua itu lumrah seperti tidak pernah ada. yang ada hanya impian-impian kecil jangka pendek untuk secepatnya menyelesaikan permasalahan yang ada. apakah ini manusiawi?
Diantara tekanan hidup lainnya, words we had say before. where are all dreams that I had before?

from demotevated, me.

Selasa, 11 Juni 2019

magic, please.

sometimes I want everything happens magically
finishing the 'skripsi', then graduate, getting job, meet your destiny, etc
just by laying in bed, cuddling into your blanket, breakfast on bed
and, you still have your money
saying, God give your magic to the lazy me
but how it doesn't happened
we know it just a piece of cake for God
because,
God know we can give our best effort
God know you are doing good
God also know we can struggle with it
be thankful to what makes you hard
be thankful to the hardest time ever in your life
be  grateful to what you wish for
and let the magic happens.

Passion? Just listen to your heart!

Sejak SMP, gue udah suka banget sama kegiatan tulis-menulis, terutama di Blog. Gue juga punya role-model blogger-blogger Indonesia, sebut sa...